Bukan
tentang sutra yang terbalut pada tubuhnya
Berbusana
panjang dengan indahnya hiasan pita
Tak
harus emas permata sebagai mahkota
Untuk
merakit senyum menembus kabut pesona
Mendongakkan
kepala menyirat kehormatan
Berhias
intan berlian meraih keanggunan
Menara
sanggul memikat perhatian
Sepatu
hak tinggi andalan mengalihkan tatapan
Namun
ketika tunduknya hati dan pandangan
Untuk
menempatkan diri pada kemuliaan
Kilaunya
terpancar dengan cahaya kesabaran
Menjaga
hati, perilaku dan lisan sebagai kehangatan
Jilbab
yang terulur sampai dada adalah kehormatan
Maksiat
jauh dari kacamata penglihatan
Sholawat
dan ayat suci Al-Quran anting pendengaran
Kakinya
tertumpu untuk melangkah pada majelis keilmuan
Lemah
akan rintihan menngingat datangnya ajal
Mantra
kehidupan pada tahajud yang sakral
Menghatur
lantunan do’a pada hajad yang handal
Berharap
diri menjadi sebutir mutiara yang penuh tawakal
Gemulai
tari bukanlah ibadah
Karna
ibadah adalah saat hati merendah dan tubuh sujud menyembah
Dimana
nafas dan doa berpadu cipta indah
Melalui
helai demi helai benang tenun sajadah
Tangan
yang mengadah tanpa keangkuhan hati yang pongah
Wahai
muslimah,
Penuh
ilmu tegar dengan kebijakan
Menebar
kebaikan dan memupuk kedamaian
Kecantikan
akhlaqnya pengubah kemajuan zaman
Sibuk
mengkaji ilmu tanpa hanyut dalam pesona peradaban
Mengatasi
kesulitan dengan sejuta kelembutan
Wanita
pendamba syurga penuh romantis
Berjiwa
teguh optimis tanpa egois
Tanpa
mengumbar gosip dengan sinis dan sadis
Tetap
berpegang teguh pada Al-Qu’an dan hadis
Meraih
syahid dengan menetap istiqomah dalam asa
Jauh
dari hina untuk menggapai lentera semesta
Penerang
dalam kegelapan dan putus asa
Terangi
jalan menuju syurga-Nya dengan cahaya
Agungnya
imanmu berselimut kasih mutiara
Pada
rahimmu tumbuh generasi bangsa dan agama
Penuh
amanah dalam menjaga sebagai calon madrasah pertama
Saat
tiba mujahid-mujahid terlahir suci di dunia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar