Kita, dua insan dengan status fakir ilmu saling bertumpu dalam do'a
Mari berproses bersama dengan sungguh dalam penantian penuh kesabaran
Menguatkan jiwa dengan hangat dan tawa saat pasrah sedang menyapa
Tanpa tuntutan namun saling membenarkan
Kita, dua insan dengan status fakir ilmu saling bertumpu dalam do'a
Mari berproses bersama dengan sungguh dalam penantian penuh kesabaran
Menguatkan jiwa dengan hangat dan tawa saat pasrah sedang menyapa
Tanpa tuntutan namun saling membenarkan
Sebaik rindu memang adalah doa
Tegak dan sigaplah walau harus menahan rindu yang tertahan
Jalani harimu dengan doa sebagai pertahanan
Yakinlah, memang sedikit bebeda dengan yang ada
Tanpa kata, sapa dan tawa, tetapi do’amu selalu ada
Kebenaran dalam melangkah dijalan-Nya akan mendapat berkah
yang tiada tara
Sedikitlah bersabar tanpa keluhan akan perpisahan
Mari kita berjalan dalam mimpi, tujuan dan cita –cita tanpa gangguan
Hingga waktu itu tiba dengan kesiapan tanpa keraguan
Jangan melihat akan kesusahan setiap keadaan
Pastikan untuk menjaga hati, lisan dan pandangan
Berbakhtilah dengan lingkungan
Kobarkan semangat dan jagalah kesehatan
Salam hangat dariku dengan kerinduan
Jika bersuara meningkatkan celah dan tidak merubah
langkah, akan lebih baik diam seribu kata.
Jika tindakan menarik pandangan, mari kita laksanakan
tanpa alasan.
Meyakini kekuatan tahta dan do’a dengan lapang dada adalah
kunci utama
Ikhlas, selalu bersyukur dan lupakan pamrih yang
bergejolak dengan sesama
InsyaAllah akan indah di waktu yang tertera
Bukan
tentang sutra yang terbalut pada tubuhnya
Berbusana
panjang dengan indahnya hiasan pita
Tak
harus emas permata sebagai mahkota
Untuk
merakit senyum menembus kabut pesona
Mendongakkan
kepala menyirat kehormatan
Berhias
intan berlian meraih keanggunan
Menara
sanggul memikat perhatian
Sepatu
hak tinggi andalan mengalihkan tatapan
Namun
ketika tunduknya hati dan pandangan
Untuk
menempatkan diri pada kemuliaan
Kilaunya
terpancar dengan cahaya kesabaran
Menjaga
hati, perilaku dan lisan sebagai kehangatan
Jilbab
yang terulur sampai dada adalah kehormatan
Maksiat
jauh dari kacamata penglihatan
Sholawat
dan ayat suci Al-Quran anting pendengaran
Kakinya
tertumpu untuk melangkah pada majelis keilmuan
Lemah
akan rintihan menngingat datangnya ajal
Mantra
kehidupan pada tahajud yang sakral
Menghatur
lantunan do’a pada hajad yang handal
Berharap
diri menjadi sebutir mutiara yang penuh tawakal
Gemulai
tari bukanlah ibadah
Karna
ibadah adalah saat hati merendah dan tubuh sujud menyembah
Dimana
nafas dan doa berpadu cipta indah
Melalui
helai demi helai benang tenun sajadah
Tangan
yang mengadah tanpa keangkuhan hati yang pongah
Wahai
muslimah,
Penuh
ilmu tegar dengan kebijakan
Menebar
kebaikan dan memupuk kedamaian
Kecantikan
akhlaqnya pengubah kemajuan zaman
Sibuk
mengkaji ilmu tanpa hanyut dalam pesona peradaban
Mengatasi
kesulitan dengan sejuta kelembutan
Wanita
pendamba syurga penuh romantis
Berjiwa
teguh optimis tanpa egois
Tanpa
mengumbar gosip dengan sinis dan sadis
Tetap
berpegang teguh pada Al-Qu’an dan hadis
Meraih
syahid dengan menetap istiqomah dalam asa
Jauh
dari hina untuk menggapai lentera semesta
Penerang
dalam kegelapan dan putus asa
Terangi
jalan menuju syurga-Nya dengan cahaya
Agungnya
imanmu berselimut kasih mutiara
Pada
rahimmu tumbuh generasi bangsa dan agama
Penuh
amanah dalam menjaga sebagai calon madrasah pertama
Saat
tiba mujahid-mujahid terlahir suci di dunia.
Merangkak dengan terbata, membawa hampa yang tak kunjung
reda
Luka itu, telah menyayat dan merampas separuh jiwa
Sang waktu berbisik untuk mengakhiri dan menghapus jejak yang terlewati
Tanpa akhiran dalam sebuah pamit undur diri
Membangun niat untuk menyelaraskan rasa dan langkah
Menyadarkan arah akan kehadiran yang dibutuhkan saat ada
Kita, dua insan dengan status fakir ilmu saling bertumpu dalam do'a Mari berproses bersama dengan sungguh dalam penantian penuh kesabar...